Headline
Mode Gelap
Artikel teks besar

Langkah sigap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Tengah ATASI Kebakaran TPA Bandar Jaya

 

LAMPUNG TENGAH - EXPRESINEWS, Langkah sigap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Tengah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, pihak swasta, serta masyarakat berhasil mengendalikan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandar Jaya Timur. Dalam kurun waktu 2 x 24 jam, titik-titik kobaran api berhasil dipadamkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Tengah, Edi Supena, menjelaskan kepada awak media bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD selaku koordinator penanggulangan bencana kebakaran di kawasan TPA Bandar Jaya Timur.

Menurut Edi, penanganan kebakaran tersebut melibatkan berbagai unsur dan membutuhkan kerja sama lintas instansi, baik dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, unsur TNI-Polri, perusahaan swasta, fasilitas kesehatan, maupun masyarakat setempat.

“Dalam proses penanganan kebakaran ini, kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan seluruh pihak yang terlibat. Alhamdulillah, berkat kerja sama dan upaya bersama, api berhasil dikendalikan hingga akhirnya padam,” jelas Edi Supena.

Upaya pemadaman kebakaran di TPA Bandar Jaya Timur melibatkan sejumlah armada pemadam kebakaran dari berbagai daerah dan instansi, di antaranya:

1. Damkar Satpol PP Kabupaten Lampung Tengah sebanyak 1 unit.

2. Damkar Provinsi Lampung sebanyak 1 unit.

3. Damkar Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 1 unit.

4. Damkar Kabupaten Pesawaran sebanyak 1 unit.

5. Damkar Kabupaten Tulang Bawang sebanyak 1 unit.

6. Damkar Kota Metro sebanyak 1 unit.

7. Damkar Kota Bandar Lampung sebanyak 1 unit.

8. Damkar TNI AU sebanyak 2 unit.

9. Damkar TNI AD sebanyak 1 unit.

10. Satuan Brimob Kabupaten Lampung Tengah sebanyak 1 unit.

11. Great Giant Food (GGF) sebanyak 1 unit.

12. Gunung Madu Plantation sebanyak 1 unit.

Selain armada pemadam kebakaran, sejumlah kendaraan tangki air juga dikerahkan untuk mendukung suplai air selama proses pemadaman, yakni dari BPBD Lampung Tengah, Great Giant Food (GGF), Tunas Baru Lampung, PKP2CK Lampung Tengah, BPBPK Provinsi Lampung, IKEA, Water Canon Lampung Tengah, serta Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung Tengah.

Dukungan alat berat berupa tiga unit excavator turut membantu proses penanganan. Alat tersebut terdiri atas excavator PC 200 milik TPA Bandar Jaya Timur, excavator PC 75 milik Pemerintah Provinsi Lampung, dan excavator PC 200 milik Dinas BMBK Kabupaten Lampung Tengah.

Sementara itu, dukungan logistik dan pelayanan turut diberikan oleh Lurah Bandar Jaya Timur, RS Harapan Bunda, RS Mitra Mulia Husada, Puskesmas Bandar Jaya, Camat Terbanggi Besar, serta masyarakat sekitar.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat proses penanganan kebakaran, terutama untuk mendukung kebutuhan air, mobilisasi peralatan, pelayanan kesehatan, dan kebutuhan logistik petugas di lapangan.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Kabupaten Lampung Tengah, Ricky Agusta, melaporkan kepada Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) bahwa titik-titik kobaran api di kawasan TPA Bandar Jaya Timur telah berhasil dipadamkan.

Meski demikian, pemantauan dan proses pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi sumber api maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Ricky menjelaskan bahwa keberhasilan penanganan kebakaran tidak hanya diukur dari padamnya kobaran api, tetapi juga dari upaya memastikan kondisi kawasan terdampak benar-benar aman.

Karena itu, petugas terus melakukan langkah-langkah antisipasi, termasuk memantau titik-titik yang sebelumnya terbakar dan memastikan tidak muncul kembali sumber asap maupun panas.

 DLH Pastikan Kondisi TPA Kembali Terkendali

Menutup keterangannya, Edi Supena menegaskan bahwa berdasarkan pemantauan pada hari penyampaian keterangan, kondisi kebakaran di TPA Bandar Jaya Timur telah terkendali dan api dipastikan padam.

“Per hari ini, kami pastikan api benar-benar padam di lokasi dan sudah tidak terlihat lagi kepulan asap di area sekitar TPA,” tegas Edi.

Keberhasilan penanganan kebakaran dalam waktu 2 x 24 jam tersebut menjadi bukti pentingnya koordinasi dan kerja sama lintas instansi dalam menghadapi situasi darurat.

 Ke depan, evaluasi terhadap sarana dan prasarana pemadam kebakaran, ketersediaan sumber air, serta sistem pencegahan dan pemantauan di kawasan TPA diharapkan dapat semakin diperkuat guna meminimalkan risiko kejadian serupa.

 


Posting Komentar